Breaking News
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Mantan Gitaris Masuk Pesantren, Reza Afdhal Temukan Makna Baru Lewat Musik

Mantan Gitaris Masuk Pesantren, Reza Afdhal Temukan Makna Baru Lewat Musik

  • account_circle superadmin
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Muhammadiyahgoodlife.id, Bandung — Pilihan mantan gitaris untuk masuk pesantren kini menyedot perhatian publik, khususnya di kalangan anak muda muslim. Reza Afdhal (26), mantan gitaris band indie Jakarta, memilih meninggalkan gemerlap panggung musik dan menetap di sebuah pesantren sederhana di Bogor.

Di sudut pesantren berlantai semen, Reza kerap memetik gitar akustiknya dengan nada lembut. Suaranya jauh dari hiruk pikuk konser yang dulu ia jalani. “Tahun lalu hidupku terasa sangat cepat,” ujar Reza. Ia mengaku tampil dari satu panggung ke panggung lain tanpa sempat mengenal dirinya sendiri. Perasaan kosong justru semakin kuat.

Dari Panggung Musik ke Ruang Tafakur

Rasa hampa itu mendorong Reza mengambil keputusan besar. Ia masuk pesantren tanpa rencana matang. Reza datang membawa gitar, sepatu panggung, dan banyak pertanyaan tentang hidup. Pada awalnya, keputusan itu sempat membuatnya ragu, namun akhirnya ia memilih menjalaninya dengan niat belajar.

Setiap hari, Reza mengikuti pelajaran fikih, tahsin Al-Qur’an, dan adab. Rutinitas baru ini terasa berat di awal. Namun, para santri menyambutnya dengan sikap terbuka. Mereka tidak memandang latar belakangnya sebagai musisi. “Mereka hanya ingin aku sungguh-sungguh belajar,” kata Reza.

Musik yang Berubah Arah

Suatu sore, seorang santri kecil mendekati Reza dan meminta diajari gitar. Permintaan sederhana itu menjadi awal perubahan besar. Reza mulai membuka kelas musik kecil di pesantren. Ia memadukan gitar akustik dengan syair islami dan pesan ketenangan.

Menurut Reza, musik kini memiliki makna berbeda. Dulu, ia bermain untuk tepuk tangan penonton. Sekarang, ia bermain untuk menenangkan hati. Kini, musik tidak lagi mengejar popularitas, melainkan menjadi sarana refleksi sekaligus dakwah yang lembut.

Menemukan Versi Diri yang Lebih Utuh

Reza belum memastikan kapan akan kembali ke panggung besar. Namun, ia tidak menutup kemungkinan itu. Jika saatnya tiba, ia ingin kembali dengan versi diri yang lebih utuh. “Aku tidak mau kembali dengan rasa kosong,” ujarnya.

Kisah mantan gitaris masuk pesantren ini mencerminkan pencarian makna hidup yang dialami banyak anak muda. Di tengah tekanan dunia modern, pilihan Reza menunjukkan bahwa perubahan arah hidup bukanlah kemunduran, melainkan bentuk keberanian. ***(IK22/Miftahul)

  • Penulis: superadmin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Bandung, 2 Desember 2025 – Malam Jum’at sejak lama dipandang sebagai waktu yang istimewa oleh banyak umat Muslim. Di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat sering memanfaatkan malam ini untuk membaca Surah Yasin, berdoa bersama keluarga, dan memperbanyak zikir. Namun, apakah benar malam Jum’at menjadi momen terbaik untuk memanjatkan doa? Beberapa ulama menjelaskan bahwa malam Jum’at […]

  • Teologi Al-Ma’un Muhammadiyah: Dari Surat Pendek ke Gerakan Sosial Nyata

    Teologi Al-Ma’un Muhammadiyah: Dari Surat Pendek ke Gerakan Sosial Nyata

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Surat Al-Ma’un memuat kritik sosial yang tegas terhadap sikap abai pada anak yatim dan kaum miskin. Al-Qur’an melalui surat pendek ini menegur keras praktik keberagamaan yang berhenti pada ritual tanpa kepedulian sosial. Bagi Muhammadiyah, Al-Ma’un tidak hanya hadir sebagai bacaan ibadah, tetapi menjadi landasan moral gerakan. Teologi Al-Ma’un dan Tafsir Sosial KH […]

  • Tabayyun dalam Islam: Cara Muslim Menyikapi Hoaks di Era Digital

    Tabayyun dalam Islam: Cara Muslim Menyikapi Hoaks di Era Digital

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung – Kemudahan akses informasi kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Masyarakat cukup menggunakan smartphone murah dan paket internet untuk mengakses berbagai informasi yang mereka butuhkan, kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini juga menghadirkan tantangan serius. Informasi palsu, hoaks, dan misinformasi dengan mudah menyebar dan berpotensi memicu fitnah serta perpecahan di […]

  • Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 2
    • 0Komentar

      muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung – Banyak umat Muslim memandang malam Jumat sebagai waktu yang istimewa. Di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat memanfaatkan malam ini untuk membaca Surah Yasin, berdoa bersama keluarga, serta memperbanyak zikir. Karena itu, muncul pertanyaan di kalangan umat: benarkah malam Jumat menjadi momen terbaik untuk memanjatkan doa? Sejumlah ulama menjelaskan keutamaan malam Jumat […]

  • Dakwah di Era Digital: Peluang Besar dan Tantangan di Tengah Media Sosial

    Dakwah di Era Digital: Peluang Besar dan Tantangan di Tengah Media Sosial

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Hubungan dakwah dan teknologi memasuki fase baru yang semakin dinamis. Media digital kini mengubah cara umat Islam belajar agama. Jika dulu jamaah mendatangi masjid, sekarang mereka cukup membuka ponsel untuk menyimak ceramah dari berbagai daerah. Perubahan ini tidak sekadar soal media. Teknologi juga menggeser budaya belajar agama. Dakwah kini hadir di ruang […]

  • 4 Ibadah Saat Haid yang Tetap Bernilai Pahala dalam Islam

    4 Ibadah Saat Haid yang Tetap Bernilai Pahala dalam Islam

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung – Setiap perempuan akan mengalami fase alamiah berupa haid atau menstruasi sebagai tanda kematangan fisik dan fungsi reproduksi. Dalam ajaran Islam, haid tidak menjadi penghalang total bagi perempuan untuk beribadah. Islam tetap membuka ruang luas agar perempuan muslim dapat menjalankan amalan-amalan tertentu dan memperoleh pahala. Sebagian perempuan memang merasa terbatas dalam beribadah saat […]

expand_less