Breaking News
Trending Tags
Beranda » Islampedia » Mantan Gitaris Masuk Pesantren, Reza Afdhal Temukan Makna Baru Lewat Musik

Mantan Gitaris Masuk Pesantren, Reza Afdhal Temukan Makna Baru Lewat Musik

  • account_circle superadmin
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Pilihan mantan gitaris untuk masuk pesantren kini menyedot perhatian publik, khususnya di kalangan anak muda muslim. Reza Afdhal (26), mantan gitaris band indie Jakarta, memilih meninggalkan gemerlap panggung musik dan menetap di sebuah pesantren sederhana di Bogor.

Di sudut pesantren berlantai semen, Reza kerap memetik gitar akustiknya dengan nada lembut. Suaranya jauh dari hiruk pikuk konser yang dulu ia jalani. “Tahun lalu hidupku terasa sangat cepat,” ujar Reza. Ia mengaku tampil dari satu panggung ke panggung lain tanpa sempat mengenal dirinya sendiri. Perasaan kosong justru semakin kuat.

Dari Panggung Musik ke Ruang Tafakur

Rasa hampa itu mendorong Reza mengambil keputusan besar. Ia masuk pesantren tanpa rencana matang. Reza datang membawa gitar, sepatu panggung, dan banyak pertanyaan tentang hidup. Pada awalnya, keputusan itu sempat membuatnya ragu, namun akhirnya ia memilih menjalaninya dengan niat belajar.

Setiap hari, Reza mengikuti pelajaran fikih, tahsin Al-Qur’an, dan adab. Rutinitas baru ini terasa berat di awal. Namun, para santri menyambutnya dengan sikap terbuka. Mereka tidak memandang latar belakangnya sebagai musisi. “Mereka hanya ingin aku sungguh-sungguh belajar,” kata Reza.

Musik yang Berubah Arah

Suatu sore, seorang santri kecil mendekati Reza dan meminta diajari gitar. Permintaan sederhana itu menjadi awal perubahan besar. Reza mulai membuka kelas musik kecil di pesantren. Ia memadukan gitar akustik dengan syair islami dan pesan ketenangan.

Menurut Reza, musik kini memiliki makna berbeda. Dulu, ia bermain untuk tepuk tangan penonton. Sekarang, ia bermain untuk menenangkan hati. Kini, musik tidak lagi mengejar popularitas, melainkan menjadi sarana refleksi sekaligus dakwah yang lembut.

Menemukan Versi Diri yang Lebih Utuh

Reza belum memastikan kapan akan kembali ke panggung besar. Namun, ia tidak menutup kemungkinan itu. Jika saatnya tiba, ia ingin kembali dengan versi diri yang lebih utuh. “Aku tidak mau kembali dengan rasa kosong,” ujarnya.

Kisah mantan gitaris masuk pesantren ini mencerminkan pencarian makna hidup yang dialami banyak anak muda. Di tengah tekanan dunia modern, pilihan Reza menunjukkan bahwa perubahan arah hidup bukanlah kemunduran, melainkan bentuk keberanian. ***(IK22/Miftahul)

  • Penulis: superadmin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Syukur atas Segala Nikmat, Ketika Gratitude Menjadi Terapi Spiritual Modern

    Syukur atas Segala Nikmat, Ketika Gratitude Menjadi Terapi Spiritual Modern

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id, Bandung — Di tengah kehidupan yang bergerak cepat dan penuh tekanan, banyak orang kerap melupakan rasa syukur. Padahal, dalam ajaran Islam, syukur menjadi fondasi kebahagiaan sejati sekaligus penopang kesehatan mental yang seimbang. Pada dasarnya, syukur tidak berhenti pada ucapan terima kasih kepada Allah SWT. Lebih jauh, syukur hadir sebagai praktik konsisten yang membentuk cara […]

  • Sunnah Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari yang Menenangkan Hidup

    Sunnah Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari yang Menenangkan Hidup

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari kembali menjadi rujukan banyak umat Muslim di tengah ritme hidup yang semakin cepat. Banyak orang mulai menyadari bahwa kebiasaan sederhana Nabi Muhammad SAW mampu menghadirkan ketenangan, keteraturan, dan keseimbangan hidup. Tidak sedikit komunitas kajian dan keluarga Muslim yang menerapkan sunnah sebagai pola hidup. Mereka merasakan perubahan nyata, […]

  • Ngaji After Office Jadi Ruang Aman Pekerja Muda Bandung untuk Rehat Spiritual

    Ngaji After Office Jadi Ruang Aman Pekerja Muda Bandung untuk Rehat Spiritual

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Saat langit Bandung berubah jingga, hiruk pikuk jalan belum sepenuhnya reda. Namun, sebuah masjid kecil di kawasan Buahbatu menghadirkan suasana berbeda. Satu per satu anak muda datang usai bekerja. Beberapa masih mengenakan ID card kantor, sementara yang lain membawa laptop. Rani (24), karyawan startup, menjadi salah satu peserta rutin. Ia mengaku sering […]

  • Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Bandung, 2 Desember 2025 – Malam Jum’at sejak lama dipandang sebagai waktu yang istimewa oleh banyak umat Muslim. Di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat sering memanfaatkan malam ini untuk membaca Surah Yasin, berdoa bersama keluarga, dan memperbanyak zikir. Namun, apakah benar malam Jum’at menjadi momen terbaik untuk memanjatkan doa? Beberapa ulama menjelaskan bahwa malam Jum’at […]

  • Merawat Hati agar Ibadah Tak Sekadar Gugur Kewajiban

    Merawat Hati agar Ibadah Tak Sekadar Gugur Kewajiban

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/ — Ibadah kepada Allah SWT tidak cukup dimaknai sebagai rangkaian gerak fisik dan rutinitas lahiriah, tetapi harus melibatkan hati sebagai inti dan substansi utamanya. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta, Muhammad Arief, dalam ceramah Ahad pagi di Masjid Islamic Center UAD, Ahad (21/12/2025). Dalam ceramahnya, Muhammad Arief […]

  • Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Keutamaan Sedekah Jumat: “Sekecil Apa Pun, Allah Tetap Catat Pahala Nya”

    Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Keutamaan Sedekah Jumat: “Sekecil Apa Pun, Allah Tetap Catat Pahala Nya”

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Ustadz Adi Hidayat (UAH), ulama dan penceramah yang aktif berdakwah melalui YouTube dan berbagai media digital, kembali mengingatkan umat Islam tentang keutamaan sedekah Jumat. Dalam sejumlah kajian, UAH menegaskan bahwa Allah memberikan pahala atas sedekah di hari Jumat, sekecil apa pun nilainya. Pesan tersebut kembali menarik perhatian publik setelah potongan dakwah UAH […]

expand_less