Breaking News
Trending Tags
Beranda » Islampedia » Merawat Hati agar Ibadah Tak Sekadar Gugur Kewajiban

Merawat Hati agar Ibadah Tak Sekadar Gugur Kewajiban

  • account_circle superadmin
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

muhammadiyahgoodlife.id/ — Ibadah kepada Allah SWT tidak cukup dimaknai sebagai rangkaian gerak fisik dan rutinitas lahiriah, tetapi harus melibatkan hati sebagai inti dan substansi utamanya.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta, Muhammad Arief, dalam ceramah Ahad pagi di Masjid Islamic Center UAD, Ahad (21/12/2025).

Dalam ceramahnya, Muhammad Arief menjelaskan bahwa ibadah memiliki dua dimensi yang saling berkaitan, yakni amalan zahir dan amalan batin. Amalan zahir meliputi salat, puasa, zakat, sedekah, dan berbagai ritual yang tampak secara fisik. Namun, seluruh amalan tersebut tidak akan bernilai sempurna tanpa disertai amalan batin berupa keikhlasan, ketundukan, kekhusyukan, serta niat yang benar.

Ia menegaskan bahwa Allah SWT tidak hanya memerintahkan ibadah secara lahiriah, tetapi juga menuntut keterlibatan hati. Bahkan, menurutnya, inti ibadah justru terletak pada kondisi batin seseorang. Allah tidak menilai ibadah dari tampilan fisik semata, melainkan dari hati dan amalannya, sebagaimana ditegaskan dalam sabda Nabi Muhammad saw.

Muhammad Arief menyoroti fenomena umum ketika seseorang melaksanakan salat secara fisik, namun pikirannya melayang pada urusan dunia. Dalam kondisi tersebut, ibadah hanya dilakukan oleh tubuh, sementara hati tidak hadir. Padahal, kekhusyukan merupakan amalan batin yang sangat menentukan kualitas dan penerimaan ibadah di sisi Allah.

Ia juga mengutip hadis yang menjelaskan bahwa pahala salat seseorang bisa berkurang sesuai kadar kesadaran dan kekhusyukan hatinya. Bahkan, Al-Qur’an memberikan peringatan keras kepada orang-orang yang melaksanakan salat, tetapi lalai dalam salatnya. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah tanpa keterlibatan hati berpotensi kehilangan nilai spiritualnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya niat sebagai inti dari seluruh ibadah. Niat bukan sekadar formalitas, melainkan penentu apakah suatu perbuatan bernilai ibadah atau sekadar kebiasaan.

Dengan niat pula dapat dibedakan antara zakat, sedekah, hibah, atau hadiah, serta apakah suatu amalan dilakukan ikhlas karena Allah atau karena motif lain, seperti ingin dipuji atau dihormati.

Ia mengingatkan bahwa niat sepenuhnya berada di dalam hati dan tidak dapat diukur oleh manusia. Karena itu, seseorang bisa tampak saleh secara lahiriah, aktif beribadah dan sosial, tetapi belum tentu ikhlas di sisi Allah. Bahkan, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa orang alim atau ahli ibadah bisa menjadi golongan pertama yang diazab jika amalannya dilakukan demi pujian manusia.

Dalam ceramah tersebut, Muhammad Arief juga menguraikan tahapan niat dalam diri manusia, mulai dari lintasan hati hingga tekad kuat yang diwujudkan dalam tindakan.

Islam, menurutnya, memberikan keistimewaan besar pada niat. Seseorang yang berniat melakukan kebaikan sudah mendapat pahala meski belum melaksanakannya, sementara niat buruk yang tidak jadi dilakukan justru diganjar pahala sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT.

Ia pun mendorong umat Islam untuk membiasakan memperbanyak niat baik dalam setiap aktivitas kehidupan. Ia mencontohkan praktik para salafus saleh yang selalu menghadirkan niat sebelum beraktivitas, sehingga hampir seluruh aspek kehidupan mereka bernilai ibadah.

Menjelang bulan Ramadan, Muhammad Arief mengingatkan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu. Jika seseorang berpuasa namun tetap melakukan perbuatan sia-sia, makruh, atau haram, maka puasa tersebut kehilangan substansinya dan hanya menyisakan rasa lapar dan haus.

Ia menegaskan bahwa ibadah sosial seperti sedekah dan membantu sesama pun tidak otomatis bernilai ibadah tanpa niat karena Allah. Menurutnya, yang membedakan amalan seorang mukmin dengan selainnya adalah niat yang melandasinya.

Menutup ceramah, Muhammad Arief mengajak jamaah untuk tidak bersikap materialistis dalam beragama dengan hanya menilai ibadah dari aspek lahiriah. Ia menekankan pentingnya muhasabah secara berkelanjutan terhadap niat dan kondisi hati dalam setiap amalan. Menurutnya, ibadah harus sah secara zahir, namun diterima atau tidaknya di sisi Allah sepenuhnya ditentukan oleh hati.***

  • Penulis: superadmin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Bandung, 2 Desember 2025 – Malam Jum’at sejak lama dipandang sebagai waktu yang istimewa oleh banyak umat Muslim. Di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat sering memanfaatkan malam ini untuk membaca Surah Yasin, berdoa bersama keluarga, dan memperbanyak zikir. Namun, apakah benar malam Jum’at menjadi momen terbaik untuk memanjatkan doa? Beberapa ulama menjelaskan bahwa malam Jum’at […]

  • 4 Ibadah Saat Haid yang Tetap Bernilai Pahala dalam Islam

    4 Ibadah Saat Haid yang Tetap Bernilai Pahala dalam Islam

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung – Setiap perempuan akan mengalami fase alamiah berupa haid atau menstruasi sebagai tanda kematangan fisik dan fungsi reproduksi. Dalam ajaran Islam, haid tidak menjadi penghalang total bagi perempuan untuk beribadah. Islam tetap membuka ruang luas agar perempuan muslim dapat menjalankan amalan-amalan tertentu dan memperoleh pahala. Sebagian perempuan memang merasa terbatas dalam beribadah saat […]

  • Islam di Cina: Menyusuri Jejak dari Guangzhou ke Chengdu

    Islam di Cina: Menyusuri Jejak dari Guangzhou ke Chengdu

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id, Bandung — Di tengah hiruk pikuk kota pelabuhan Guangzhou, Masjid Xianxian berdiri teduh sebagai saksi perjalanan panjang Islam di Cina. Sejak lebih dari 1.300 tahun lalu, masjid ini menjadi pintu masuk penyebaran Islam di negeri Tirai Bambu. Dari Guangzhou, jejak sejarah itu berlanjut ribuan kilometer ke barat hingga Chengdu, memperlihatkan bagaimana Islam tumbuh, beradaptasi, […]

  • Syukur yang Sering Kita Lupakan dalam Kesibukan

    Syukur yang Sering Kita Lupakan dalam Kesibukan

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Di tengah rutinitas yang padat, banyak orang terus mengejar pencapaian besar hingga melupakan nikmat-nikmat kecil yang hadir setiap hari. Kita bangun pagi dengan tubuh yang masih bisa bergerak, menikmati makanan sederhana, dan dikelilingi orang-orang yang mendoakan kita. Namun, sering kali kita menganggap semua itu hal biasa. Padahal, dalam pandangan Islam, setiap nikmat […]

  • Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Keutamaan Sedekah Jumat: “Sekecil Apa Pun, Allah Tetap Catat Pahala Nya”

    Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Keutamaan Sedekah Jumat: “Sekecil Apa Pun, Allah Tetap Catat Pahala Nya”

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Ustadz Adi Hidayat (UAH), ulama dan penceramah yang aktif berdakwah melalui YouTube dan berbagai media digital, kembali mengingatkan umat Islam tentang keutamaan sedekah Jumat. Dalam sejumlah kajian, UAH menegaskan bahwa Allah memberikan pahala atas sedekah di hari Jumat, sekecil apa pun nilainya. Pesan tersebut kembali menarik perhatian publik setelah potongan dakwah UAH […]

  • Ngaji After Office Jadi Ruang Aman Pekerja Muda Bandung untuk Rehat Spiritual

    Ngaji After Office Jadi Ruang Aman Pekerja Muda Bandung untuk Rehat Spiritual

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Saat langit Bandung berubah jingga, hiruk pikuk jalan belum sepenuhnya reda. Namun, sebuah masjid kecil di kawasan Buahbatu menghadirkan suasana berbeda. Satu per satu anak muda datang usai bekerja. Beberapa masih mengenakan ID card kantor, sementara yang lain membawa laptop. Rani (24), karyawan startup, menjadi salah satu peserta rutin. Ia mengaku sering […]

expand_less