Breaking News
Trending Tags
Beranda » Islampedia » Islam di Cina: Menyusuri Jejak dari Guangzhou ke Chengdu

Islam di Cina: Menyusuri Jejak dari Guangzhou ke Chengdu

  • account_circle superadmin
  • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

muhammadiyahgoodlife.id, Bandung — Di tengah hiruk pikuk kota pelabuhan Guangzhou, Masjid Xianxian berdiri teduh sebagai saksi perjalanan panjang Islam di Cina. Sejak lebih dari 1.300 tahun lalu, masjid ini menjadi pintu masuk penyebaran Islam di negeri Tirai Bambu. Dari Guangzhou, jejak sejarah itu berlanjut ribuan kilometer ke barat hingga Chengdu, memperlihatkan bagaimana Islam tumbuh, beradaptasi, dan bertahan lintas zaman dan budaya.

Jejak Sahabat Nabi di Guangzhou

Masjid Xianxian, yang juga dikenal sebagai Masjid Huaisheng atau “Masjid Pengingat Nabi”, berdiri sejak masa Dinasti Tang sekitar tahun 627 Masehi. Wakil Ketua Asosiasi Islam Cina, Wang Wenjie, menjelaskan bahwa Sa’ad bin Abi Waqqas—sahabat Nabi Muhammad SAW—mendirikan masjid tersebut sebagai bagian dari misi dakwah awal Islam ke Cina.

Menurut Wang, Kaisar Dinasti Tang menyambut kedatangan Sa’ad dengan terbuka. Kaisar bahkan memberikan izin kepada Sa’ad bin Abi Waqqas untuk memperkenalkan ajaran Islam di Guangzhou. Dari kota pelabuhan ini, Sa’ad kemudian menyebarkan Islam ke berbagai wilayah selatan Cina.

Kompleks Masjid Xianxian hingga kini merawat jasa dan perjalanan tersebut. Di halaman masjid, pengunjung dapat melihat tugu dan makam tiga jenderal Muslim Hui yang gugur saat mempertahankan Guangzhou dari kepungan Dinasti Qing. Tak jauh dari sana, deretan makam para imam menampilkan kain penutup berwarna merah, biru, dan ungu.

Namun, makam Sa’ad bin Abi Waqqas yang berada dalam bangunan tersendiri tetap menjadi titik ziarah paling ramai. Setiap hari, pengunjung datang untuk membaca doa dan Al-Qur’an. Di sisi lain, pengelola masjid juga tengah melanjutkan proyek konstruksi baru yang diperkirakan rampung dalam beberapa bulan ke depan.

Arsitektur Cina Bernafaskan Islam

Meski telah berusia lebih dari satu milenium, Masjid Xianxian menyatu dengan estetika arsitektur tradisional Cina. Atap kayu bergelombang, gerbang kayu berlapis, dan halaman luas mencerminkan ciri khas bangunan klasik. Sementara itu, unsur Islam hadir melalui kaligrafi Arab, arah kiblat, serta struktur atap bersusun yang mengarahkan pandangan ke barat.

Di tengah modernisasi Kota Guangzhou, masjid ini tetap menjadi ruang kontemplasi yang menghubungkan masa lalu dengan kehidupan Muslim masa kini.

Kehidupan Ibadah di Masjid Huangcheng, Chengdu

Berbeda dengan nuansa sejarah maritim Guangzhou, Masjid Huangcheng di Chengdu menawarkan atmosfer perkotaan yang hidup. Masjid yang berdiri sejak abad ke-16 ini mengusung perpaduan arsitektur Cina dan Islam. Atap melengkung, ukiran naga, serta minimnya kubah berpadu dengan kaligrafi Arab dan mihrab yang menghadap kiblat.

Imam Masjid Huangcheng, Chen Kun, menuturkan bahwa komunitas Muslim di Chengdu terus berkembang setiap tahun. Selama Ramadan, pengurus masjid menyiapkan makanan berbuka puasa dan menyelenggarakan salat Tarawih. Jamaah juga melaksanakan salat Idul Fitri dan Idul Adha di area masjid. Chen menambahkan bahwa masjid tidak menggunakan pengeras suara untuk azan demi menjaga harmoni dengan lingkungan sekitar.

Museum Mini dan Harmoni Budaya

Selain ruang salat dan lapangan luas, Masjid Huangcheng menyimpan bangunan yang berfungsi sebagai museum mini. Di dalamnya, pengelola menampilkan kronologi penyebaran Islam di Cina. Dinding dekat gerbang masjid memajang kalimat syahadat dalam karakter Cina sebagai simbol harmonisasi budaya.

Museum tersebut juga menyimpan kursi dan meja perpustakaan berusia ratusan tahun yang masih digunakan hingga kini. Pengunjung dapat membaca, berdiskusi, dan mengikuti pengajian tanpa biaya. Koleksi lainnya mencakup naskah pembelajaran agama, maket tiga dimensi masjid, foto-foto kuno hubungan pemimpin Cina dengan komunitas Muslim, Al-Qur’an kuno, serta papan cap kayu hitam untuk menyalin ayat.

Dua manekin berpakaian imam—satu berwarna hijau toska bergaya tradisional dan satu lagi hitam dengan bordiran bendera Cina serta tulisan Arab—melengkapi gambaran perjalanan panjang Islam di Chengdu. *** (IK22/Furqon)

  • Penulis: superadmin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Keutamaan Sedekah Jumat: “Sekecil Apa Pun, Allah Tetap Catat Pahala Nya”

    Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Keutamaan Sedekah Jumat: “Sekecil Apa Pun, Allah Tetap Catat Pahala Nya”

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Ustadz Adi Hidayat (UAH), ulama dan penceramah yang aktif berdakwah melalui YouTube dan berbagai media digital, kembali mengingatkan umat Islam tentang keutamaan sedekah Jumat. Dalam sejumlah kajian, UAH menegaskan bahwa Allah memberikan pahala atas sedekah di hari Jumat, sekecil apa pun nilainya. Pesan tersebut kembali menarik perhatian publik setelah potongan dakwah UAH […]

  • Ngaji After Office Jadi Ruang Aman Pekerja Muda Bandung untuk Rehat Spiritual

    Ngaji After Office Jadi Ruang Aman Pekerja Muda Bandung untuk Rehat Spiritual

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Saat langit Bandung berubah jingga, hiruk pikuk jalan belum sepenuhnya reda. Namun, sebuah masjid kecil di kawasan Buahbatu menghadirkan suasana berbeda. Satu per satu anak muda datang usai bekerja. Beberapa masih mengenakan ID card kantor, sementara yang lain membawa laptop. Rani (24), karyawan startup, menjadi salah satu peserta rutin. Ia mengaku sering […]

  • Merawat Hati agar Ibadah Tak Sekadar Gugur Kewajiban

    Merawat Hati agar Ibadah Tak Sekadar Gugur Kewajiban

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/ — Ibadah kepada Allah SWT tidak cukup dimaknai sebagai rangkaian gerak fisik dan rutinitas lahiriah, tetapi harus melibatkan hati sebagai inti dan substansi utamanya. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta, Muhammad Arief, dalam ceramah Ahad pagi di Masjid Islamic Center UAD, Ahad (21/12/2025). Dalam ceramahnya, Muhammad Arief […]

  • Ankle Pants dan Isbal: Tren Fesyen Anak Muda yang Sejalan dengan Ajaran Islam

    Ankle Pants dan Isbal: Tren Fesyen Anak Muda yang Sejalan dengan Ajaran Islam

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Ankle pants dan isbal kini menjadi topik menarik di kalangan anak muda muslim. Celana dengan potongan di atas mata kaki ini tidak hanya populer karena gaya modern, tetapi juga memicu diskusi keagamaan. Tren Ankle Pants di Kalangan Anak Muda Di sejumlah pusat perbelanjaan Bandung, toko pakaian aktif memajang ankle pants sebagai produk […]

  • Milad ke-113 Muhammadiyah Dorong Kesejahteraan Bangsa dari UM Bandung

    Milad ke-113 Muhammadiyah Dorong Kesejahteraan Bangsa dari UM Bandung

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung – Milad ke-113 Muhammadiyah telah berlangsung pada Selasa, 18 November 2025. Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjadi pusat peringatan nasional dengan mengusung tema Memajukan Kesejahteraan Bangsa. Acara ini menegaskan konsistensi Muhammadiyah dalam gerakan dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Milad ke-113 Muhammadiyah dan Makna Tema Tema Memajukan Kesejahteraan Bangsa menegaskan arah perjuangan Muhammadiyah di usia […]

  • Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Bandung, 2 Desember 2025 – Malam Jum’at sejak lama dipandang sebagai waktu yang istimewa oleh banyak umat Muslim. Di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat sering memanfaatkan malam ini untuk membaca Surah Yasin, berdoa bersama keluarga, dan memperbanyak zikir. Namun, apakah benar malam Jum’at menjadi momen terbaik untuk memanjatkan doa? Beberapa ulama menjelaskan bahwa malam Jum’at […]

expand_less