Breaking News
Trending Tags
Beranda » Muamalah » “Islam dan Budaya: Ritual Keislaman yang Hidup di Tengah Adat Minangkabau”

“Islam dan Budaya: Ritual Keislaman yang Hidup di Tengah Adat Minangkabau”

  • account_circle superadmin
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Muhammadiyahgoodlife.id, Bandung — Puluhan wajah, momen, dan ritual lama kembali hidup di sebuah ruangan Galeri Taman Budaya Sumatra Barat, Padang. Sejak 24 Oktober hingga 10 November 2025, budayawan Sumatra Barat Edy Utama menghadirkan Pameran Etnografi Islam di Minangkabau sebagai upaya merekam hubungan sakral antara adat dan Islam yang kini semakin memudar.

Pameran ini tidak sekadar menampilkan foto. Edy membawa pengunjung menyusuri perjalanan panjang selama dua dekade. Sejak 2005, ia menjelajahi nagari-nagari, masuk ke pelosok sawah, surau, hingga pematang sungai untuk mendokumentasikan ritual yang perlahan hilang ditelan zaman.

“Ada bahaya besar kalau adat Minangkabau terancam,” ujarnya saat pembukaan pameran, Jumat, 24 Oktober 2025.

80 Bingkai, Jejak Ritual yang Hampir Punah

Sebanyak 80 foto memenuhi ruang pamer. Setiap bingkai merekam suasana yang kini sulit ditemui. Salah satunya menampilkan prosesi makan dan doa di tengah sawah menjelang panen—ritual yang sudah lama tak lagi berlangsung. Foto lain memperlihatkan Naiak Kapalo Banda, upacara memotong kerbau dan membersihkan saluran irigasi secara gotong royong.

“Tradisi ini terakhir saya saksikan pada 1995,” kata Edy.

Ia menegaskan bahwa seluruh foto lahir dari proses dokumentasi panjang. Meski ia menyimpan arsip sejak 1993, Edy hanya memamerkan foto yang lengkap secara naratif. “Foto tertua yang saya pajang berasal dari 2005,” ujarnya.

Ketika Adat dan Islam Menyatu dalam Kehidupan

Edy menilai adat dan Islam di ranah Minangkabau pernah menyatu sangat erat. Ia mencontohkan haul Syekh Ibrahim Maulana di Balinduang, Kumpulan, Surabatu. Dalam tradisi ini, 36 penghulu memasak gulai dalam kancah besar untuk ribuan peziarah.

Ia juga merekam doa para petani sebelum menanam bibit yang mereka bawa ke surau, serta tradisi balimau yang dahulu berfungsi sebagai ritual penyucian diri, bukan sekadar acara mandi massal.

Sakralitas yang Perlahan Berubah Jadi Tontonan

Di balik keindahan visual, Edy menyimpan kegelisahan. Ia melihat banyak ritual adat yang kini berubah menjadi festival.

“Ketika ritual berubah jadi festival, sakralitasnya hilang. Ia menjadi tontonan, bukan lagi sarana memperkuat ketahanan spiritual,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar Sumatra Barat tidak mengulangi pengalaman Bali yang kehilangan banyak budaya sakral akibat sekularisasi. Menurut Edy, kebijakan pembinaan masyarakat sering hanya menyentuh permukaan. “Ritus-ritus ini adalah hulunya. Kalau hulunya goyah, spiritualitas ikut hilang,” tegasnya.

Tabuik Pariaman dan Proses Pribumisasi Budaya

Salah satu foto yang paling menyedot perhatian pengunjung adalah potret Tabuik Pariaman. Edy menampilkannya bukan semata karena kemegahannya, melainkan karena paradoks yang menyertainya.
“Di dunia ini, hanya di Pariaman orang Sunni merawat budaya Syiah tanpa menjadi Syiah,” katanya.

Tradisi Tabuik berasal dari komunitas Syiah India. Seiring waktu, ulama dan ninik mamak setempat menegosiasikan tradisi ini dengan nilai Islam Sunni dan adat Minangkabau. Proses pribumisasi tersebut menghapus unsur yang bertentangan dengan keyakinan lokal.

Bagi Edy, Tabuik juga berperan sebagai mekanisme sosial. Dua kelompok yang sebelumnya berhadap-hadapan akan berdamai setelah masyarakat melarung Tabuik ke laut.

“Tabuik itu sistem pengelolaan konflik,” ujarnya. “Perdamaian datang dengan cara yang luar biasa.” ***(IK22/Furqon)

  • Penulis: superadmin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Era Keemasan Islam: Fondasi Ilmu Pengetahuan Dunia Modern

    Era Keemasan Islam: Fondasi Ilmu Pengetahuan Dunia Modern

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Era keemasan Islam menandai masa ketika ilmu pengetahuan berkembang pesat melalui kolaborasi lintas budaya. Pada periode ini, para ilmuwan Muslim tidak hanya menyerap warisan Yunani, Persia, dan India, tetapi juga mengolahnya menjadi fondasi penting bagi sains modern. Cahaya Ilmu di Tengah Dunia yang Gelap Sementara itu, ketika sebagian Eropa masih mengalami stagnasi […]

  • Adab Sebelum Ilmu: Pesan Tegas Ustadz Adi Hidayat di Era Digital

    Adab Sebelum Ilmu: Pesan Tegas Ustadz Adi Hidayat di Era Digital

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Konsep adab sebelum ilmu kembali menjadi sorotan setelah Ustadz Adi Hidayat (UAH) membahasnya dalam kajian terbaru di kanal YouTube resminya. Warganet ramai membagikan pesan tersebut karena mereka menilai isinya relevan dengan kondisi generasi muda yang hidup di tengah arus teknologi digital. Dalam kajian itu, UAH menegaskan bahwa adab merupakan fondasi utama dalam […]

  • Ankle Pants dan Isbal: Tren Fesyen Anak Muda yang Sejalan dengan Ajaran Islam

    Ankle Pants dan Isbal: Tren Fesyen Anak Muda yang Sejalan dengan Ajaran Islam

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Ankle pants dan isbal kini menjadi topik menarik di kalangan anak muda muslim. Celana dengan potongan di atas mata kaki ini tidak hanya populer karena gaya modern, tetapi juga memicu diskusi keagamaan. Tren Ankle Pants di Kalangan Anak Muda Di sejumlah pusat perbelanjaan Bandung, toko pakaian aktif memajang ankle pants sebagai produk […]

  • Bahaya Oversharing di Media Sosial Menurut Islam: Jaga Privasi, Lindungi Aib

    Bahaya Oversharing di Media Sosial Menurut Islam: Jaga Privasi, Lindungi Aib

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 3
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung – Media sosial memberi kebebasan bagi setiap orang untuk membagikan informasi. Pengguna membagikan konten dengan berbagai tujuan, mulai dari edukasi, hiburan, pamer karya, hingga sekadar mengabadikan momen harian. Namun, kebebasan ini sering mendorong sebagian orang melakukan oversharing tanpa menyadari risikonya. Oversharing dan Risiko di Media Sosial Kebiasaan membagikan terlalu banyak informasi pribadi dapat […]

  • Dakwah di Era Digital: Peluang Besar dan Tantangan di Tengah Media Sosial

    Dakwah di Era Digital: Peluang Besar dan Tantangan di Tengah Media Sosial

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Hubungan dakwah dan teknologi memasuki fase baru yang semakin dinamis. Media digital kini mengubah cara umat Islam belajar agama. Jika dulu jamaah mendatangi masjid, sekarang mereka cukup membuka ponsel untuk menyimak ceramah dari berbagai daerah. Perubahan ini tidak sekadar soal media. Teknologi juga menggeser budaya belajar agama. Dakwah kini hadir di ruang […]

  • Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Bandung, 2 Desember 2025 – Malam Jum’at sejak lama dipandang sebagai waktu yang istimewa oleh banyak umat Muslim. Di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat sering memanfaatkan malam ini untuk membaca Surah Yasin, berdoa bersama keluarga, dan memperbanyak zikir. Namun, apakah benar malam Jum’at menjadi momen terbaik untuk memanjatkan doa? Beberapa ulama menjelaskan bahwa malam Jum’at […]

expand_less