Breaking News
Trending Tags
Beranda » Keluarga » Ankle Pants dan Isbal: Tren Fesyen Anak Muda yang Sejalan dengan Ajaran Islam

Ankle Pants dan Isbal: Tren Fesyen Anak Muda yang Sejalan dengan Ajaran Islam

  • account_circle superadmin
  • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Ankle pants dan isbal kini menjadi topik menarik di kalangan anak muda muslim. Celana dengan potongan di atas mata kaki ini tidak hanya populer karena gaya modern, tetapi juga memicu diskusi keagamaan.

Tren Ankle Pants di Kalangan Anak Muda

Di sejumlah pusat perbelanjaan Bandung, toko pakaian aktif memajang ankle pants sebagai produk unggulan. Anak muda memilih celana ini karena praktis dan mudah dipadukan. Mereka juga merasa nyaman memakainya untuk aktivitas kasual hingga semi-formal.

Modelnya pun beragam. Ada potongan slim, bahan katun ringan, hingga versi cropped. Karena itu, ankle pants cepat diterima sebagai bagian dari gaya harian.

Ankle Pants dan Isbal dalam Perspektif Islam

Popularitas ankle pants mendorong diskusi tentang isbal. Beberapa hadis menjelaskan larangan memanjangkan pakaian hingga melewati mata kaki, terutama bila disertai kesombongan. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim sering menjadi rujukan utama dalam pembahasan ini.

  • Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apa saja yang berada di bawah mata kaki dari kain (pakaian) maka tempatnya di neraka.”
(HR. Bukhari no. 5787)

  • Dalam hadits lain:

“Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat: orang yang berbuat isbal (memanjangkan kain di bawah mata kaki) karena sombong, orang yang mengungkit-ungkit pemberian, dan orang yang menjual dagangan dengan sumpah palsu.”
(HR. Muslim no. 106)

Sejumlah ulama menganjurkan pria muslim mengenakan pakaian di atas mata kaki sebagai bentuk kesederhanaan. Penjelasan tentang isbal juga bisa ditemukan di laman keislaman seperti rumaysho.com dan muslim.or.id.

Antara Tren dan Nilai Religius

Sebagian muslim muda menilai ankle pants selaras dengan ajaran Nabi. Mereka merasa bisa tampil modern tanpa meninggalkan nilai agama. Di forum daring dan media sosial, banyak pengguna mengaku terbantu dengan tren ini.

Namun, ada pula yang memandang ankle pants sebagai tren fesyen biasa. Menurut kelompok ini, niat dan sikap tetap menjadi faktor utama dalam menjalankan ajaran agama.

Fesyen sebagai Ruang Dialog

Perbincangan tentang ankle pants dan isbal menunjukkan meningkatnya kesadaran anak muda terhadap gaya hidup islami. Fesyen kini tidak hanya soal penampilan, tetapi juga sarana refleksi nilai.

Jika tren ini terus berkembang, ankle pants berpotensi menjadi simbol bagaimana fesyen modern dan ajaran Islam dapat berjalan beriringan. ***(IK22/Ferta)

  • Penulis: superadmin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sunnah Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari yang Menenangkan Hidup

    Sunnah Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari yang Menenangkan Hidup

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari kembali menjadi rujukan banyak umat Muslim di tengah ritme hidup yang semakin cepat. Banyak orang mulai menyadari bahwa kebiasaan sederhana Nabi Muhammad SAW mampu menghadirkan ketenangan, keteraturan, dan keseimbangan hidup. Tidak sedikit komunitas kajian dan keluarga Muslim yang menerapkan sunnah sebagai pola hidup. Mereka merasakan perubahan nyata, […]

  • Merawat Hati agar Ibadah Tak Sekadar Gugur Kewajiban

    Merawat Hati agar Ibadah Tak Sekadar Gugur Kewajiban

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Muhammadiyahgoodlife.id — Ibadah kepada Allah SWT tidak cukup dimaknai sebagai rangkaian gerak fisik dan rutinitas lahiriah, tetapi harus melibatkan hati sebagai inti dan substansi utamanya. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta, Muhammad Arief, dalam ceramah Ahad pagi di Masjid Islamic Center UAD, Ahad (21/12/2025). Dalam ceramahnya, Muhammad Arief […]

  • Mantan Gitaris Masuk Pesantren, Reza Afdhal Temukan Makna Baru Lewat Musik

    Mantan Gitaris Masuk Pesantren, Reza Afdhal Temukan Makna Baru Lewat Musik

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Muhammadiyahgoodlife.id, Bandung — Pilihan mantan gitaris untuk masuk pesantren kini menyedot perhatian publik, khususnya di kalangan anak muda muslim. Reza Afdhal (26), mantan gitaris band indie Jakarta, memilih meninggalkan gemerlap panggung musik dan menetap di sebuah pesantren sederhana di Bogor. Di sudut pesantren berlantai semen, Reza kerap memetik gitar akustiknya dengan nada lembut. Suaranya jauh […]

  • Ngaji After Office Jadi Ruang Aman Pekerja Muda Bandung untuk Rehat Spiritual

    Ngaji After Office Jadi Ruang Aman Pekerja Muda Bandung untuk Rehat Spiritual

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Saat langit Bandung berubah jingga, hiruk pikuk jalan belum sepenuhnya reda. Namun, sebuah masjid kecil di kawasan Buahbatu menghadirkan suasana berbeda. Satu per satu anak muda datang usai bekerja. Beberapa masih mengenakan ID card kantor, sementara yang lain membawa laptop. Rani (24), karyawan startup, menjadi salah satu peserta rutin. Ia mengaku sering […]

  • Syukur atas Segala Nikmat, Ketika Gratitude Menjadi Terapi Spiritual Modern

    Syukur atas Segala Nikmat, Ketika Gratitude Menjadi Terapi Spiritual Modern

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id, Bandung — Di tengah kehidupan yang bergerak cepat dan penuh tekanan, banyak orang kerap melupakan rasa syukur. Padahal, dalam ajaran Islam, syukur menjadi fondasi kebahagiaan sejati sekaligus penopang kesehatan mental yang seimbang. Pada dasarnya, syukur tidak berhenti pada ucapan terima kasih kepada Allah SWT. Lebih jauh, syukur hadir sebagai praktik konsisten yang membentuk cara […]

  • Era Keemasan Islam: Fondasi Ilmu Pengetahuan Dunia Modern

    Era Keemasan Islam: Fondasi Ilmu Pengetahuan Dunia Modern

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Era keemasan Islam menandai masa ketika ilmu pengetahuan berkembang pesat melalui kolaborasi lintas budaya. Pada periode ini, para ilmuwan Muslim tidak hanya menyerap warisan Yunani, Persia, dan India, tetapi juga mengolahnya menjadi fondasi penting bagi sains modern. Cahaya Ilmu di Tengah Dunia yang Gelap Sementara itu, ketika sebagian Eropa masih mengalami stagnasi […]

expand_less