Breaking News
Trending Tags
Beranda » Ibadah » 4 Ibadah Saat Haid yang Tetap Bernilai Pahala dalam Islam

4 Ibadah Saat Haid yang Tetap Bernilai Pahala dalam Islam

  • account_circle superadmin
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Muhammadiyahgoodlife.id, Bandung – Setiap perempuan akan mengalami fase alamiah berupa haid atau menstruasi sebagai tanda kematangan fisik dan fungsi reproduksi. Dalam ajaran Islam, haid tidak menjadi penghalang total bagi perempuan untuk beribadah. Islam tetap membuka ruang luas agar perempuan muslim dapat menjalankan amalan-amalan tertentu dan memperoleh pahala.

Sebagian perempuan memang merasa terbatas dalam beribadah saat haid karena tidak dapat melaksanakan sholat. Namun, Islam justru mendorong perempuan untuk tetap menjaga kedekatan dengan Allah SWT melalui amalan lain yang bernilai ibadah dan menghadirkan ketenangan batin.

Mengutip dari MUI Digital, terdapat empat ibadah saat haid yang dianjurkan untuk tetap dilakukan.

1. Memperbanyak Dzikir dan Sholawat

Perempuan yang sedang haid tetap dapat memperbanyak dzikir dan sholawat. Seorang muslimah bisa melafalkan Asmaul Husna, kalimat thayyibah, tasbih, tahmid, dan takbir tanpa batasan.

Dalam buku Perempuan Pilihan Surga karya Arum Faiza, dijelaskan bahwa dzikir dan sholawat menjadi sarana mengumpulkan pahala meski tidak melaksanakan sholat. Dengan berdzikir, perempuan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan peluang terkabulnya doa. Rasulullah SAW bahkan menyebut bahwa bertasbih seratus kali dapat mendatangkan seribu kebaikan atau menghapus seribu kesalahan.

2. Murajaah Hafalan Al-Qur’an

Selain berdzikir, perempuan dapat melakukan murajaah atau mengulang hafalan Al-Qur’an. Meskipun tidak menyentuh mushaf, seorang muslimah tetap bisa melafalkan ayat-ayat yang telah dihafal.

Kegiatan ini membantu menjaga hafalan sekaligus mempertahankan interaksi dengan Al-Qur’an. Perempuan juga dapat membaca terjemahan dan tafsir Al-Qur’an untuk memperdalam pemahaman makna ayat. Dengan cara ini, nilai ibadah tetap mengalir meski tanpa menyentuh mushaf.

3. Istiqamah Membaca Istigfar

Istigfar menjadi amalan penting yang dapat dilakukan secara rutin saat haid. Dengan membaca astaghfirullah, perempuan menunjukkan kerendahan hati dan permohonan ampun kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang membiasakan istigfar akan Allah berikan jalan keluar dari setiap kesulitan, kebahagiaan dari setiap kesusahan, serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Istigfar juga membantu menenangkan pikiran dan membersihkan hati.

4. Menjaga Kebersihan Diri

Menjaga kebersihan tubuh juga termasuk ibadah yang bernilai pahala. Islam tidak melarang perempuan haid untuk mandi, memotong kuku, atau menyisir rambut. Anggapan tersebut hanya mitos yang tidak memiliki dasar syariat.

Dalam hadis riwayat Aisyah RA, Rasulullah SAW membolehkan perempuan haid untuk menyisir rambut dan menjaga kebersihan diri. Hal ini menegaskan bahwa Islam memandang kebersihan sebagai bagian dari iman.

Masa haid bukanlah penghalang untuk beribadah, melainkan kesempatan bagi perempuan untuk menjalankan amalan lain yang tak kalah mulia. Dengan memahami ibadah saat haid, perempuan muslim dapat tetap dekat dengan Allah SWT dan merawat ketenangan spiritual. Semoga bermanfaat. ***(IK22/Furqon)

 

  • Penulis: superadmin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merawat Hati agar Ibadah Tak Sekadar Gugur Kewajiban

    Merawat Hati agar Ibadah Tak Sekadar Gugur Kewajiban

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Muhammadiyahgoodlife.id — Ibadah kepada Allah SWT tidak cukup dimaknai sebagai rangkaian gerak fisik dan rutinitas lahiriah, tetapi harus melibatkan hati sebagai inti dan substansi utamanya. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta, Muhammad Arief, dalam ceramah Ahad pagi di Masjid Islamic Center UAD, Ahad (21/12/2025). Dalam ceramahnya, Muhammad Arief […]

  • “Islam dan Budaya: Ritual Keislaman yang Hidup di Tengah Adat Minangkabau”

    “Islam dan Budaya: Ritual Keislaman yang Hidup di Tengah Adat Minangkabau”

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 4
    • 0Komentar

      Muhammadiyahgoodlife.id, Bandung — Puluhan wajah, momen, dan ritual lama kembali hidup di sebuah ruangan Galeri Taman Budaya Sumatra Barat, Padang. Sejak 24 Oktober hingga 10 November 2025, budayawan Sumatra Barat Edy Utama menghadirkan Pameran Etnografi Islam di Minangkabau sebagai upaya merekam hubungan sakral antara adat dan Islam yang kini semakin memudar. Pameran ini tidak […]

  • Syukur yang Sering Kita Lupakan dalam Kesibukan

    Syukur yang Sering Kita Lupakan dalam Kesibukan

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Di tengah rutinitas yang padat, banyak orang terus mengejar pencapaian besar hingga melupakan nikmat-nikmat kecil yang hadir setiap hari. Kita bangun pagi dengan tubuh yang masih bisa bergerak, menikmati makanan sederhana, dan dikelilingi orang-orang yang mendoakan kita. Namun, sering kali kita menganggap semua itu hal biasa. Padahal, dalam pandangan Islam, setiap nikmat […]

  • Mantan Gitaris Masuk Pesantren, Reza Afdhal Temukan Makna Baru Lewat Musik

    Mantan Gitaris Masuk Pesantren, Reza Afdhal Temukan Makna Baru Lewat Musik

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Muhammadiyahgoodlife.id, Bandung — Pilihan mantan gitaris untuk masuk pesantren kini menyedot perhatian publik, khususnya di kalangan anak muda muslim. Reza Afdhal (26), mantan gitaris band indie Jakarta, memilih meninggalkan gemerlap panggung musik dan menetap di sebuah pesantren sederhana di Bogor. Di sudut pesantren berlantai semen, Reza kerap memetik gitar akustiknya dengan nada lembut. Suaranya jauh […]

  • Dakwah di Era Digital: Peluang Besar dan Tantangan di Tengah Media Sosial

    Dakwah di Era Digital: Peluang Besar dan Tantangan di Tengah Media Sosial

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Hubungan dakwah dan teknologi memasuki fase baru yang semakin dinamis. Media digital kini mengubah cara umat Islam belajar agama. Jika dulu jamaah mendatangi masjid, sekarang mereka cukup membuka ponsel untuk menyimak ceramah dari berbagai daerah. Perubahan ini tidak sekadar soal media. Teknologi juga menggeser budaya belajar agama. Dakwah kini hadir di ruang […]

  • Sunnah Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari yang Menenangkan Hidup

    Sunnah Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari yang Menenangkan Hidup

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari kembali menjadi rujukan banyak umat Muslim di tengah ritme hidup yang semakin cepat. Banyak orang mulai menyadari bahwa kebiasaan sederhana Nabi Muhammad SAW mampu menghadirkan ketenangan, keteraturan, dan keseimbangan hidup. Tidak sedikit komunitas kajian dan keluarga Muslim yang menerapkan sunnah sebagai pola hidup. Mereka merasakan perubahan nyata, […]

expand_less