Breaking News
Trending Tags
Beranda » Islampedia » Rezeki Sudah Ditentukan Allah, Lalu Mengapa Kita Tetap Harus Berusaha?

Rezeki Sudah Ditentukan Allah, Lalu Mengapa Kita Tetap Harus Berusaha?

  • account_circle superadmin
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Dalam Islam, Allah telah menetapkan rezeki setiap makhluk bahkan sebelum manusia lahir. Pemahaman ini sering menenangkan hati. Namun, tidak jarang muncul pertanyaan: jika rezeki sudah diatur, mengapa manusia masih harus bersusah payah berusaha?

Konsep rezeki dalam Islam tidak sesederhana menunggu sesuatu datang. Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha, doa, dan sikap hidup. Keyakinan pada takdir tidak pernah menghapus kewajiban untuk bergerak dan berikhtiar.

Rezeki Ditetapkan, Jalannya Harus Ditempuh

Allah memang menetapkan rezeki, tetapi manusia harus menempuh jalannya. Kita tetap perlu bekerja, belajar, dan mencoba. Usaha menjadi bentuk ketaatan pada sunnatullah, bahwa segala sesuatu terjadi melalui sebab.

Bahkan burung pun tidak tinggal diam di sarangnya. Ia keluar pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore dengan perut kenyang. Dari sini, Islam mengajarkan bahwa bergerak adalah bagian dari tawakal. Manusia bekerja bukan untuk menciptakan rezeki, tetapi untuk menjemput apa yang sudah Allah siapkan.

Rezeki Tidak Selalu Berbentuk Materi

Memahami rezeki juga menyangkut soal hati. Rezeki tidak selalu berarti uang atau harta. Kesehatan, ketenangan, ilmu, waktu, dan orang-orang baik di sekitar kita juga termasuk rezeki.

Ketika seseorang memahami hal ini, ia tidak mudah iri pada rezeki orang lain. Setiap manusia memiliki bagian masing-masing yang Allah atur sesuai kebutuhannya. Cara pandang ini membuat hidup terasa lebih lapang dan penuh syukur.

Keseimbangan Usaha dan Tawakal

Sikap terbaik dalam menyikapi rezeki adalah berusaha sebaik mungkin, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Manusia bertanggung jawab atas proses, bukan hasil akhir.

Ketika hasil belum sesuai harapan, kita tidak perlu larut dalam kegelisahan. Dengan keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal, hati menjadi lebih tenang dan langkah terasa lebih ringan. Kita menjemput rezeki dengan usaha, sementara Allah tetap menjadi sebaik-baik pengatur kehidupan. ***(IK22/Raina)

  • Penulis: superadmin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngaji After Office Jadi Ruang Aman Pekerja Muda Bandung untuk Rehat Spiritual

    Ngaji After Office Jadi Ruang Aman Pekerja Muda Bandung untuk Rehat Spiritual

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 1
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Saat langit Bandung berubah jingga, hiruk pikuk jalan belum sepenuhnya reda. Namun, sebuah masjid kecil di kawasan Buahbatu menghadirkan suasana berbeda. Satu per satu anak muda datang usai bekerja. Beberapa masih mengenakan ID card kantor, sementara yang lain membawa laptop. Rani (24), karyawan startup, menjadi salah satu peserta rutin. Ia mengaku sering […]

  • Sunnah Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari yang Menenangkan Hidup

    Sunnah Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari yang Menenangkan Hidup

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari kembali menjadi rujukan banyak umat Muslim di tengah ritme hidup yang semakin cepat. Banyak orang mulai menyadari bahwa kebiasaan sederhana Nabi Muhammad SAW mampu menghadirkan ketenangan, keteraturan, dan keseimbangan hidup. Tidak sedikit komunitas kajian dan keluarga Muslim yang menerapkan sunnah sebagai pola hidup. Mereka merasakan perubahan nyata, […]

  • Bahaya Oversharing di Media Sosial Menurut Islam: Jaga Privasi, Lindungi Aib

    Bahaya Oversharing di Media Sosial Menurut Islam: Jaga Privasi, Lindungi Aib

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung – Media sosial memberi kebebasan bagi setiap orang untuk membagikan informasi. Pengguna membagikan konten dengan berbagai tujuan, mulai dari edukasi, hiburan, pamer karya, hingga sekadar mengabadikan momen harian. Namun, kebebasan ini sering mendorong sebagian orang melakukan oversharing tanpa menyadari risikonya. Oversharing dan Risiko di Media Sosial Kebiasaan membagikan terlalu banyak informasi pribadi dapat […]

  • Syukur yang Sering Kita Lupakan dalam Kesibukan

    Syukur yang Sering Kita Lupakan dalam Kesibukan

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Di tengah rutinitas yang padat, banyak orang terus mengejar pencapaian besar hingga melupakan nikmat-nikmat kecil yang hadir setiap hari. Kita bangun pagi dengan tubuh yang masih bisa bergerak, menikmati makanan sederhana, dan dikelilingi orang-orang yang mendoakan kita. Namun, sering kali kita menganggap semua itu hal biasa. Padahal, dalam pandangan Islam, setiap nikmat […]

  • Syukur atas Segala Nikmat, Ketika Gratitude Menjadi Terapi Spiritual Modern

    Syukur atas Segala Nikmat, Ketika Gratitude Menjadi Terapi Spiritual Modern

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 2
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id, Bandung — Di tengah kehidupan yang bergerak cepat dan penuh tekanan, banyak orang kerap melupakan rasa syukur. Padahal, dalam ajaran Islam, syukur menjadi fondasi kebahagiaan sejati sekaligus penopang kesehatan mental yang seimbang. Pada dasarnya, syukur tidak berhenti pada ucapan terima kasih kepada Allah SWT. Lebih jauh, syukur hadir sebagai praktik konsisten yang membentuk cara […]

  • 4 Ibadah Saat Haid yang Tetap Bernilai Pahala dalam Islam

    4 Ibadah Saat Haid yang Tetap Bernilai Pahala dalam Islam

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 0
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung – Setiap perempuan akan mengalami fase alamiah berupa haid atau menstruasi sebagai tanda kematangan fisik dan fungsi reproduksi. Dalam ajaran Islam, haid tidak menjadi penghalang total bagi perempuan untuk beribadah. Islam tetap membuka ruang luas agar perempuan muslim dapat menjalankan amalan-amalan tertentu dan memperoleh pahala. Sebagian perempuan memang merasa terbatas dalam beribadah saat […]

expand_less