Minggu, 9 Agu 2026

Dari Ideologi ke Aksi: PDPM Banyumas Siapkan Kader Tangguh Menjawab Tantangan Zaman

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 11
  • print Cetak

Sebanyak 90 kader dari 27 Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Kabupaten Banyumas dipersiapkan menjadi generasi pelanjut yang tidak sekadar menggerakkan organisasi, tetapi juga menjadi pelopor Dakwah Islam Berkemajuan di tengah dinamika kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Kader Pemuda Muhammadiyah dituntut memiliki kesadaran bahwa perjuangan organisasi merupakan bagian dari ibadah. Setiap program yang dirancang, setiap administrasi yang ditata, setiap keputusan yang diambil, hingga setiap pelayanan kepada masyarakat merupakan manifestasi dakwah amar makruf nahi mungkar yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas, Drs. H.M. Thohar, M.Si., yang menegaskan bahwa Muhammadiyah adalah Gerakan Islam, Gerakan Amar Makruf Nahi Munkar, dan Gerakan Tajdid. Ia mengingatkan bahwa kader Pemuda Muhammadiyah harus berideologi kokoh, berakhlak mulia, disiplin menjalankan amanah, serta siap menjadi pelopor Dakwah Islam Berkemajuan dan perubahan di tengah masyarakat.

Ketua PDPM Banyumas, Subhan Purno Aji, S.I.P., M.A., menegaskan bahwa kader Pemuda Muhammadiyah harus mampu membaca perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri ideologinya. Kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan tantangan global tidak boleh menjauhkan kader dari nilai-nilai Islam. Sebaliknya, seluruh perkembangan tersebut harus dijadikan sarana memperluas dakwah melalui penguatan pendidikan, ekonomi, pelayanan sosial, serta kolaborasi untuk kemaslahatan umat.

Senada dengan itu, Ketua PWPM Jawa Tengah, Abdul Ghofar Ismail, S.E., M.M., mengingatkan bahwa kader tidak boleh hanya menjadi penonton sejarah. Pemuda Muhammadiyah harus tampil sebagai pelopor perubahan yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Dakwah bukan hanya disampaikan melalui mimbar, tetapi diwujudkan dalam karya nyata, kepemimpinan yang melayani, dan keberanian mengambil peran strategis di tengah kehidupan bangsa.

Hal tersebut dipertegas oleh Wakil Bendahara PWPM Jawa Tengah, dr. Muhammad Dipa Daulata, M.H., HRA., AIFO-K., yang menyampaikan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan organisasi. Transparansi pengelolaan keuangan, akuntabilitas program, dan kejujuran dalam menjalankan amanah adalah bagian dari akhlak dakwah yang harus diwujudkan oleh setiap kader. Penguatan administrasi juga menjadi perhatian utama.

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Infa Wilindaya, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa administrasi bukan sekadar urusan teknis, melainkan instrumen menjaga kesinambungan perjuangan. Arsip, laporan, dan data organisasi merupakan jejak sejarah dakwah yang akan menjadi pijakan bagi generasi berikutnya dalam melanjutkan estafet kepemimpinan. Organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu menjaga memori perjuangannya melalui tata kelola yang profesional dan bertanggung jawab.

Di balik kelancaran kegiatan, puluhan personel KOKAM Surya Kusuma Marda Banyumas mengawal seluruh rangkaian acara dengan penuh kedisiplinan. Pengamanan tersebut menjadi wujud nyata semangat pengabdian kepada Persyarikatan, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan aman, tertib, dan khidmat. Diskusi yang hidup, pertukaran gagasan, dan terjalinnya ukhuwah antarkader semakin menegaskan bahwa dakwah berkemajuan dibangun melalui kolaborasi, persaudaraan, dan semangat belajar yang tidak pernah berhenti.

Ketua Panitia, Tri Nugroho, S.Pd., menegaskan bahwa Up Grading ini bukan sekadar pelatihan organisasi. Administrasi yang tertib merupakan ruang tempat sejarah perjuangan ditulis, amanah dipertanggungjawabkan, dan kesinambungan kepemimpinan dijaga. Karena itu, penguatan ideologi, tata kelola organisasi, dan strategi gerakan harus berjalan beriringan sebagai fondasi lahirnya kader-kader unggul.

Up Grading Organisasi dan Administrasi PDPM Banyumas menjadi ikhtiar meneguhkan kembali misi besar Pemuda Muhammadiyah sebagai gerakan kader, gerakan dakwah, dan gerakan tajdid. Dari forum ini diharapkan lahir kader-kader yang berakidah lurus, berakhlak mulia, cakap memimpin, profesional mengelola organisasi, serta siap mengabdikan diri untuk Persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Pemuda Muhammadiyah adalah pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah. Dakwah Islam Berkemajuan hanya akan tetap menyala apabila setiap kader menjaga kemurnian ideologi, memperkuat militansi gerakan, memperkokoh ukhuwah, dan menghadirkan karya nyata yang memberi manfaat seluas-luasnya bagi kehidupan. Dari Banyumas, nyala dakwah itu terus dijaga untuk menerangi Indonesia. *** (Tarqum Aziz | JurnalisMu)

  • Penulis: Tarqum Aziz
  • Editor: Tim Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Keutamaan Sedekah Jumat: “Sekecil Apa Pun, Allah Tetap Catat Pahala Nya”

    Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Keutamaan Sedekah Jumat: “Sekecil Apa Pun, Allah Tetap Catat Pahala Nya”

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Ustadz Adi Hidayat (UAH), ulama dan penceramah yang aktif berdakwah melalui YouTube dan berbagai media digital, kembali mengingatkan umat Islam tentang keutamaan sedekah Jumat. Dalam sejumlah kajian, UAH menegaskan bahwa Allah memberikan pahala atas sedekah di hari Jumat, sekecil apa pun nilainya. Pesan tersebut kembali menarik perhatian publik setelah potongan dakwah UAH […]

  • Rezeki Sudah Ditentukan Allah, Lalu Mengapa Kita Tetap Harus Berusaha?

    Rezeki Sudah Ditentukan Allah, Lalu Mengapa Kita Tetap Harus Berusaha?

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 4
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Dalam Islam, Allah telah menetapkan rezeki setiap makhluk bahkan sebelum manusia lahir. Pemahaman ini sering menenangkan hati. Namun, tidak jarang muncul pertanyaan: jika rezeki sudah diatur, mengapa manusia masih harus bersusah payah berusaha? Konsep rezeki dalam Islam tidak sesederhana menunggu sesuatu datang. Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha, doa, dan sikap hidup. Keyakinan […]

  • Adab Sebelum Ilmu: Pesan Tegas Ustadz Adi Hidayat di Era Digital

    Adab Sebelum Ilmu: Pesan Tegas Ustadz Adi Hidayat di Era Digital

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 5
    • 0Komentar

    muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung — Konsep adab sebelum ilmu kembali menjadi sorotan setelah Ustadz Adi Hidayat (UAH) membahasnya dalam kajian terbaru di kanal YouTube resminya. Warganet ramai membagikan pesan tersebut karena mereka menilai isinya relevan dengan kondisi generasi muda yang hidup di tengah arus teknologi digital. Dalam kajian itu, UAH menegaskan bahwa adab merupakan fondasi utama dalam […]

  • Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    Benarkah Malam Jum’at Jadi Momen Paling Baik untuk Berdoa? Ini Penjelasan Para Ulama

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 4
    • 0Komentar

      muhammadiyahgoodlife.id/, Bandung – Banyak umat Muslim memandang malam Jumat sebagai waktu yang istimewa. Di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat memanfaatkan malam ini untuk membaca Surah Yasin, berdoa bersama keluarga, serta memperbanyak zikir. Karena itu, muncul pertanyaan di kalangan umat: benarkah malam Jumat menjadi momen terbaik untuk memanjatkan doa? Sejumlah ulama menjelaskan keutamaan malam Jumat […]

  • Syukur yang Sering Kita Lupakan dalam Kesibukan

    Syukur yang Sering Kita Lupakan dalam Kesibukan

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle superadmin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Muhammadiyahgoodlife.id, Bandung — Di tengah rutinitas yang padat, banyak orang terus mengejar pencapaian besar hingga melupakan nikmat-nikmat kecil yang hadir setiap hari. Kita bangun pagi dengan tubuh yang masih bisa bergerak, menikmati makanan sederhana, dan dikelilingi orang-orang yang mendoakan kita. Namun, sering kali kita menganggap semua itu hal biasa. Padahal, dalam pandangan Islam, setiap nikmat […]

  • Mantan Gitaris Masuk Pesantren, Reza Afdhal Temukan Makna Baru Lewat Musik

    Mantan Gitaris Masuk Pesantren, Reza Afdhal Temukan Makna Baru Lewat Musik

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle superadmin
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Muhammadiyahgoodlife.id, Bandung — Pilihan mantan gitaris untuk masuk pesantren kini menyedot perhatian publik, khususnya di kalangan anak muda muslim. Reza Afdhal (26), mantan gitaris band indie Jakarta, memilih meninggalkan gemerlap panggung musik dan menetap di sebuah pesantren sederhana di Bogor. Di sudut pesantren berlantai semen, Reza kerap memetik gitar akustiknya dengan nada lembut. Suaranya jauh […]

expand_less