“Tentunya ini memerlukan kedisiplinan dan ikhtiar yang luar biasa,”tegasnya.
“Maka kita harus senantiasa aktif bukan hanya mengikuti perubahan atau sekadar beradaptasi dari perubahan. Namun, buatlah juga perubahan,” pesannya mendorong seluruh kader untuk senantiasa menciptakan perubahan berkelanjutan.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa Nasyiatul Aisyiyah perlu terus bergerak melampaui sekadar respons terhadap perkembangan zaman, namun juga diharapkan mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan gerakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Menyalakan Obor Peradaban
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026-2030, Monica Subastia dalam sambutan pertamanya mengatakan bahwa amanah yang diembannya saat ini merupakan suatu yang dijalankan bersama. Bukan sebuah ajang selebrasi, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan keumatan yang amat berat.
“BerNasyiah adalah berMuhammadiyah. BerMuhammadiyah adalah berislam. Dan berIslam yang sebenar-benarnya adalah memastikan kebaikan tidak berhenti pada diri kita,” ucap Monica.
Ia juga menyerukan sebuah gerakan bersama yang merangkul seluruh lapisan masyarakat hingga ke akar rumput.
“Sebab tugas Nasyiah bukan hanya menyalakan obor, tapi kita harus memastikan cahaya itu sampai kepada semua umat di semesta ini,” pungkasnya.
Penutupan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah sekaligus menjadi momentum estafet kepemimpinan dan peneguhan kembali arah gerakan organisasi. Dengan kepemimpinan baru periode 2026-2030, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan semakin kokoh dalam menjalankan misi dakwah, pengkaderan, pemberdayaan perempuan muda, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”, Muktamar ke-15 NA menjadi ruang konsolidasi bagi kader perempuan muda Muhammadiyah untuk merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan masa depan. Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti di ruang Muktamar, tetapi diteruskan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat. ***


Saat ini belum ada komentar